Fiqih Ibadah Rujukan Redaksi

Ketika Ad-Dhuha Ditukar Sebotol Miras: Apa yang Sebenarnya Terluka?

Ada sesuatu yang terasa ganjil dari kabar itu. Sebuah surah yang dulu turun untuk menghibur Nabi Muhammad SAW di saat paling sunyi, kini dijadikan tiket untuk m...

Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Ada sesuatu yang terasa ganjil dari kabar itu. Sebuah surah yang dulu turun untuk menghibur Nabi Muhammad SAW di saat paling sunyi, kini dijadikan tiket untuk menukar sebotol minuman yang diharamkan. Kita mungkin marah. Tapi sebelum marah, ada baiknya kita bertanya pelan: apa yang sebenarnya sedang terluka di sini?

Beberapa hari terakhir, jagat media sosial ramai oleh video dari festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Di sebuah booth minuman keras, digelar sebuah tantangan: siapa yang bisa membaca Surat Ad-Dhuha, ia berhak atas satu botol miras gratis. Video itu menyebar luas dan menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Surah Penghibur yang Dijadikan Gimik

Yang membuat hati banyak orang teriris bukan sekadar adanya tantangan hafalan, melainkan surah apa yang dipilih. Ad-Dhuha adalah surah yang turun ketika Rasulullah SAW sedang dirundung kesedihan dan wahyu sempat terhenti. Allah SWT menghiburnya:

وَالضُحَىٰ ۝ وَاللَّيلِ إِذَا سَجَىٰ ۝ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Artinya: Demi waktu Dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) membencimu. (QS. Ad-Dhuha: 1-3)

Inilah surah cahaya, surah tentang kasih sayang Allah SWT yang tak pernah pergi. Justru surah inilah yang ditukar dengan sesuatu yang gelap: minuman yang menghilangkan akal. Sebuah ironi yang menyayat.

Sikap Para Ulama dan Penindakan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras peristiwa ini. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa membuat gimik membaca Al-Qur'an dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al-Qur'an, dan tidak bisa dibenarkan baik secara keagamaan, moral, maupun hukum.

Kabar terbaru, pihak penyelenggara The Sounds Project telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan tindakan itu terjadi tanpa sepengetahuan serta izin mereka. Kepolisian pun bergerak: sejumlah orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses secara hukum. Jalur yang benar sedang ditempuh, dan itu sudah semestinya kita dukung.

Saksikan Liputannya

Agar kita berpijak pada fakta, bukan sekadar kabar berantai, berikut liputan dari media terpercaya:

Baca Juga

Gersangnya Hati di Mushola yang Berdebu: Hikmah Thaharah dalam Ihya' Ulumuddin

Sumber liputan: Republika Official.

Cahaya yang Tak Bisa Diredupkan

Di titik ini, mudah bagi kita larut dalam amarah. Tapi Al-Qur'an sendiri mengajarkan ketenangan yang lebih dalam. Allah SWT berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr: 9)

Kesucian Al-Qur'an tidak berkurang sedikit pun oleh satu gimik dagang. Cahayanya dijaga langsung oleh Allah SWT. Maka respons seorang mukmin bukanlah kepanikan atau kebencian yang meledak-ledak, melainkan kewibawaan yang tenang: menempuh jalur yang benar, mendukung sikap para ulama dan lembaga resmi, tanpa harus merendahkan diri dengan cara yang sama kasarnya.

Muhasabah untuk Kita Sendiri

Ada pertanyaan yang lebih sunyi, yang jarang kita ajukan: sudahkah kita sendiri memuliakan Al-Qur'an dalam hidup kita? Marah pada penghinaan orang lain itu wajar. Tapi jangan sampai kita lantang membela Al-Qur'an di media sosial, sementara mushaf di rumah kita berdebu dan ayat-ayatnya jarang kita baca apalagi amalkan.

Boleh jadi, di balik peristiwa yang menyakitkan ini, Allah SWT sedang memanggil kita pulang, untuk kembali dekat dengan Kitab-Nya, bukan sekadar membelanya saat viral.

Perjalanan memuliakan Al-Qur'an tidak harus ditempuh sendirian. Di komunitas AlFatihRPS, banyak sahabat sedang belajar mendekat pelan-pelan, istiqomah, tanpa paksaan. Bergabung di sini jika ingin memulai bersama. Semoga dari keresahan hari ini, lahir kesungguhan yang lebih dalam.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Fiqih Ibadah

Boros yang Tak Terasa: Ketika Hemat Menjadi Ibadah yang Kita Lupakan

17 Aug 2026
Fiqih Ibadah

Kenapa Kita Selalu Menunda Bahagia Sampai Syarat Terpenuhi?

12 Aug 2026
Fiqih Ibadah

Jempol yang Menekan Kirim: Adab yang Hilang di Balik Layar

12 Aug 2026
Fiqih Ibadah

Nabi Sulaiman Punya Segalanya — Tapi Ia Menangis karena Sebutir Nikmat

12 Aug 2026
Fiqih Ibadah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Fiqih Ibadah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Fiqih Ibadah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Fiqih Ibadah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Fiqih Ibadah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.