Sholat Sunnah Rawatib, Dhuha, Tahajud, dan Witir: Waktu dan Keutamaannya
Selain sholat wajib, ada banyak sholat sunnah yang bisa menjadi tambahan pahala dan jalan mendekatkan diri kepada Allah. Berikut empat yang paling sering dianjurkan.
Sholat Rawatib
Sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu, sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba'diyah):
- 2 rakaat sebelum Subuh
- 4 rakaat sebelum dan 2 rakaat sesudah Dzuhur
- 4 rakaat sebelum Ashar
- 2 rakaat sesudah Maghrib
- 2 rakaat sesudah Isya
Sholat Dhuha
Dikerjakan di waktu matahari mulai naik hingga menjelang Dzuhur, minimal 2 rakaat, maksimal 8 atau 12 rakaat menurut sebagian ulama.
Sholat Tahajud
Sholat malam yang dikerjakan setelah tidur (meski sebentar), waktu terbaiknya di sepertiga malam terakhir. Keutamaannya disebutkan langsung dalam Al-Qur'an sebagai amalan orang-orang yang dicintai Allah.
Baca Juga
Batasan Aurat dan Adab Berpakaian dalam Islam
Sholat Witir
Sholat penutup malam, jumlah rakaatnya ganjil (1, 3, 5, 7, hingga 11), biasa dikerjakan setelah Tarawih di bulan Ramadhan atau di malam-malam biasa setelah Isya/Tahajud.
Sholat-sholat sunnah ini adalah cara kita menambah kedekatan dengan Allah di luar yang wajib — sejalan dengan ruh istiqomah yang AlFatihRPS perjuangkan. Mari kita amalkan bersama, sebagai bagian dari istiqomah kita bersama AlFatihRPS — Pelopor Gerakan Sholawat Tanpa Syarat.
Sumber: Disarikan dari berbagai kitab fiqih klasik sebagaimana dihimpun NU Online.
Mungkin Anda Suka
Kabur Aja Dulu: Ilusi Pelarian dan Hakikat Ikhtiar di Hati Sendiri
Batasan Aurat dan Adab Berpakaian dalam Islam
I'tikaf di Bulan Ramadhan: Hukum, Rukun, dan Tata Caranya
Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah Sesuai Syariat
Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha Lengkap dengan Niatnya