I'tikaf adalah momen berdiam diri di masjid khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, paling utama dilakukan di 10 hari terakhir Ramadhan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Pengertian I'tikaf
I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat semata-mata beribadah kepada Allah SWT.
Hukum I'tikaf
Sunnah, bisa dilakukan kapan saja, namun paling dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan karena Rasulullah SAW rutin melakukannya di waktu tersebut, mengejar keutamaan Lailatul Qadar.
Rukun I'tikaf
- Niat — baik i'tikaf sunnah maupun untuk menunaikan nazar
- Berdiam diri di masjid — minimal selama waktu thuma'ninah (tenang sejenak) dalam sholat
Syarat I'tikaf
- Beragama Islam
- Berakal
- Suci dari hadats besar (junub, haid, nifas)
Niat I'tikaf
ููููููุชู ุงููุงูุนูุชูููุงูู ููู ููุฐูุง ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููููู ุชูุนูุงููู
Baca Juga
Batasan Aurat dan Adab Berpakaian dalam Islam
Nawaytul i'tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta'ālā
"Aku berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah Ta'ala."
Hal yang Membatalkan I'tikaf
Keluar dari masjid tanpa keperluan syar'i, hilang akal, murtad, dan hubungan suami istri (bagi yang sedang i'tikaf).
I'tikaf mengajarkan kita untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk dunia, kembali fokus kepada Allah SWT. Mari kita amalkan bersama di sepuluh hari terakhir Ramadhan, sebagai bagian dari istiqomah kita bersama AlFatihRPS — Pelopor Gerakan Sholawat Tanpa Syarat.
Sumber: Disarikan dari kitab fiqih klasik mazhab Syafi'i sebagaimana dihimpun NU Online.