Official News

Syarat, Rukun Jual Beli dalam Islam, dan Cara Menghindari Riba

admin
23 June 2026
Syarat, Rukun Jual Beli dalam Islam, dan Cara Menghindari Riba

Islam mengatur muamalah (transaksi) agar saling menguntungkan dan bebas dari kezaliman. Berikut dasar fiqih jual beli dan cara mengenali riba.

Empat Rukun Jual Beli

  1. Penjual
  2. Pembeli
  3. Shighat (ijab dan qabul / pernyataan transaksi)
  4. Barang dan harga (ma'qud 'alaih)

Syarat Sah Jual Beli

  • Kedua pihak baligh dan berakal, serta tidak dalam paksaan
  • Barang yang diperjualbelikan halal dan suci
  • Barang dimiliki atau dikuasai sah oleh penjual
  • Harga jelas dan disepakati kedua pihak

Dalil Pokok

]ูˆูŽุฃูŽุญูŽู„ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุนูŽ ูˆูŽุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุง]
"Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275)

Perbedaan Jual Beli dan Riba

Jual beli melibatkan usaha nyata dan risiko yang dibagi kedua pihak, dengan manfaat yang seimbang. Riba sebaliknya — memberi keuntungan pasti bagi satu pihak (pemberi pinjaman) tanpa memperhatikan kondisi pihak lain, sehingga dianggap bentuk kezaliman dalam muamalah.

Baca Juga

Batasan Aurat dan Adab Berpakaian dalam Islam

Cara Menghindari Riba dalam Transaksi Sehari-hari

  • Hindari pinjaman berbunga (bunga tetap di atas pokok pinjaman)
  • Pastikan transaksi tukar-menukar barang sejenis (emas, perak, makanan pokok) dilakukan secara tunai dan setara takaran/timbangannya
  • Pilih akad jual beli kredit/cicilan yang jelas harga dan jangka waktunya di awal (bukan bunga berjalan)

Bermuamalah dengan jujur dan bersih dari riba adalah bagian dari menjaga keberkahan rezeki. Mari kita amalkan bersama, sebagai bagian dari istiqomah kita bersama AlFatihRPS — Pelopor Gerakan Sholawat Tanpa Syarat.

Sumber: Disarikan dari fiqih muamalah klasik dan tafsir QS. Al-Baqarah: 275 sebagaimana dihimpun NU Online.

Bagikan Kebaikan Ini
Home Artikel Akun

Pilih Kategori

Navigasi Artikel