Doa & Dzikir Rujukan Redaksi

Sholawat Nariyah: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

Ada satu sholawat yang selalu terdengar ketika hati sedang berat — dilantunkan lirih di majelis, diulang-ulang pelan saat hajat terasa jauh. Namanya begit...

Sholawat Nariyah: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Ada satu sholawat yang selalu terdengar ketika hati sedang berat — dilantunkan lirih di majelis, diulang-ulang pelan saat hajat terasa jauh. Namanya begitu akrab di telinga, tapi sedikit yang tahu dari mana ia bermula dan siapa yang pertama menyusunnya.

Tulisan ini mengajak Anda untuk mengenalnya — bukan untuk menghukumi, bukan pula menggurui cara mengamalkannya. AlFatihRPS menyajikan khazanah sholawat sebagaimana ia hidup di tengah sebagian masyarakat, dengan hormat kepada seluruh kalangan; adapun tuntunan pengamalannya, kami kembalikan kepada para ulama dan guru masing-masing.

Teks Sholawat Nariyah

Berikut teks Sholawat Nariyah beserta terjemah maknanya:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Terjemah makna: Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan curahkanlah salam yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad — yang dengan sebab beliau segala ikatan kesulitan terurai, segala kesusahan terlepas, segala kebutuhan tertunaikan, dan segala yang didambakan beserta akhir yang baik (husnul khatimah) diraih; dan dengan wajahnya yang mulia, hujan rahmat pun dimohonkan turun — juga kepada keluarga dan para sahabatnya, di setiap kejapan mata dan hembusan napas, sebanyak bilangan segala yang Engkau ketahui.

Latin: Allahumma shalli shalatan kamilah, wa sallim salaman tamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqad, wa tanfariju bihil kurab, wa tuqdha bihil hawa’ij, wa tunalu bihir ragha’ib wa husnul khawatim, wa yustasqal ghamamu biwajhihil karim, wa ‘ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lumin lak.

Catatan: sebagian penyalin menuliskan sedikit variasi lafal pada bagian akhir. Perbedaan kecil semacam ini lumrah dalam khazanah wirid dan tidak mengubah makna intinya.

Dari “Tafrijiyah” Menjadi “Nariyah”

Menariknya, nama asli sholawat ini bukanlah “Nariyah”. Dalam catatan yang beredar, ia mula-mula dikenal sebagai Sholawat Tafrijiyah — dari kata faraj yang bermakna “jalan keluar” atau “kelapangan dari kesempitan” — karena isinya memang memohon kelapangan atas segala kesulitan.

Adapun sebutan “Nariyah” dikaitkan dengan kata nar (api). Perumpamaannya: sebagaimana api cepat membakar, demikianlah sebagian kalangan menggambarkan harapan yang dipanjatkan lewat sholawat ini terasa cepat terkabul. Ada pula yang mengaitkan penamaan itu dengan tradisi pembacaannya secara berjamaah di kawasan Maghrib (Afrika Utara). Di sebagian daerah ia juga dikenal sebagai Sholawat Tafrijiyah Qurthubiyah.

Siapa Penyusunnya? Sebuah Catatan yang Jujur

Di sinilah kami memilih bersikap lurus dan tidak memaksakan satu kesimpulan: penyusun Sholawat Nariyah tidaklah disepakati secara tunggal. Para ulama menyebut beberapa kemungkinan, dan semuanya bermuara pada keluarga ulama besar dari kota Taza, Maroko (keluarga “at-Tazi”):

  • Syaikh Abdullah al-Ghumari menisbatkannya kepada Syaikh Ibrahim at-Tazi — seorang wali besar dari Taza yang diperkirakan hidup pada abad ke-9 Hijriah.
  • Syaikh Ali Jum’ah menyebut Syaikh Ahmad at-Tazi.
  • Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyebut Syaikh Abdul Wahhab at-Tazi.

Karena itu, cara yang paling amanah adalah mengatakan: sholawat ini dinisbatkan kepada salah seorang ulama keluarga at-Tazi dari Maroko, tanpa kita memutlakkan satu nama sebagai satu-satunya yang benar. Perbedaan riwayat semacam ini tidak mengurangi keindahan dan manfaat membacanya.

Baca Juga
Sholawat Badar: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

Sholawat Badar: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

Keutamaan yang Biasa Disebutkan

Sebelum menyebut keutamaannya, penting diletakkan dasarnya lebih dulu: keutamaan bersholawat kepada Nabi SAW secara umum bukanlah perkara yang diperselisihkan. Ia berpijak pada firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Terjemah makna: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan. (QS. Al-Ahzab: 56)

Adapun secara khusus tentang Sholawat Nariyah, dalam tradisi yang berkembang di sebagian kalangan disebutkan berbagai keutamaan — misalnya bahwa ia diamalkan tatkala memohon hajat kepada Allah atau memohon dilepaskan dari kesulitan, dan kerap dibaca dengan bilangan tertentu (di sebagian tempat dibaca sebelas kali, empat puluh satu kali, seratus kali, hingga secara berjamaah dalam jumlah besar) sebagai bentuk kesungguhan dalam berdoa.

Kami menyampaikan hal-hal di atas sebagaimana ia dikenal dan hidup di tengah sebagian masyarakat — tanpa kami tetapkan sebagai keharusan, dan tanpa kami beri penilaian. Adapun kedudukan riwayat serta tuntunan pengamalannya, sepenuhnya kami kembalikan kepada para ulama dan guru masing-masing. Yang kami rangkul bersama sederhana: memperbanyak sholawat kepada Nabi SAW adalah kebaikan, dan niat yang lurus lagi ikhlas adalah ruh dari setiap amalan.

Bagaimana Sebagian Masyarakat Mengamalkannya

Di tengah sebagian masyarakat, Sholawat Nariyah diamalkan dengan beragam cara, dan tidak ada satu bentuk baku yang mengikat. Sekadar gambaran yang umum dijumpai:

  • Dilantunkan sebagai wirid pagi dan petang, selepas sholat fardhu, atau di majelis-majelis secara berjamaah.
  • Sebagian membacanya dengan bilangan tertentu sebagai bentuk kesungguhan berdoa; sebagian lain membacanya tanpa hitungan, menyesuaikan kemampuan dan keadaan.
  • Yang lazim ditekankan para pengamalnya bukan pada banyak-sedikitnya, melainkan pada kehadiran hati, pengagungan kepada Nabi SAW, dan keikhlasan — seraya menyerahkan segala hasil sepenuhnya kepada Allah.

Untuk tuntunan yang lebih rinci sesuai keadaan masing-masing, sebaiknya dirujuk kepada ustadz atau guru.

Penutup

Sholawat Nariyah adalah satu dari sekian banyak untaian cinta kepada Rasulullah SAW yang terus dilantunkan lintas generasi dan lintas negeri. Kami menghadirkan pengenalan ini agar kita lebih mengenal, lebih mencintai, dan lebih istiqomah — bukan untuk memperdebatkan.

Bila ada perbedaan pandangan seputar sholawat ini di tengah masyarakat, sikap kami sederhana: kami menghormati semua kalangan, dan kami memilih menyatukan hati pada satu titik temu — cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Perjalanan mencintai Rasulullah SAW tak harus ditempuh sendirian. Di komunitas AlFatihRPS, banyak sahabat sedang belajar hal yang sama: istiqomah bersholawat, sedikit tetapi langgeng, tanpa paksaan dan tanpa syarat. Bergabunglah di sini jika ingin memulai bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Sholawat Badar: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya
Doa & Dzikir

Sholawat Badar: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Tibbil Qulub: Teks, Makna, dan Keutamaannya
Doa & Dzikir

Sholawat Tibbil Qulub: Teks, Makna, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Munjiyat: Teks, Kisah, dan Keutamaannya
Doa & Dzikir

Sholawat Munjiyat: Teks, Kisah, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Al-Fatih: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya
Doa & Dzikir

Sholawat Al-Fatih: Teks, Sejarah, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Sholawat Jibril: Teks, Asal-Usul, dan Keutamaannya
Doa & Dzikir

Sholawat Jibril: Teks, Asal-Usul, dan Keutamaannya

01 Sep 2026
Rasulullah SAW Menahan Lisan 13 Tahun di Makkah, Kita Sebar 13 Detik
Doa & Dzikir

Rasulullah SAW Menahan Lisan 13 Tahun di Makkah, Kita Sebar 13 Detik

31 Aug 2026
Kenapa Sholat yang Rutin Bisa Terasa Kosong—dan Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Doa & Dzikir

Kenapa Sholat yang Rutin Bisa Terasa Kosong—dan Apa yang Sebenarnya Terjadi?

31 Aug 2026
Hijrah yang Sama, Ganjaran yang Beda: Rahasia di Balik Satu Niat
Doa & Dzikir

Hijrah yang Sama, Ganjaran yang Beda: Rahasia di Balik Satu Niat

30 Aug 2026
Yang Kuat Bukan yang Menang Berkelahi: Rahasia Marah dalam Sabda Nabi
Doa & Dzikir

Yang Kuat Bukan yang Menang Berkelahi: Rahasia Marah dalam Sabda Nabi

30 Aug 2026
Kenapa Nabi Ibrahim Tetap Tenang di Tengah Api yang Menyala?
Doa & Dzikir

Kenapa Nabi Ibrahim Tetap Tenang di Tengah Api yang Menyala?

29 Aug 2026
Ghibah: Kenapa Lidah yang Ringan Bisa Melukai Sesuatu yang Tak Terlihat?
Doa & Dzikir

Ghibah: Kenapa Lidah yang Ringan Bisa Melukai Sesuatu yang Tak Terlihat?

29 Aug 2026
Zuhud Bukan Meninggalkan Dunia: Salah Paham yang Membuat Hati Terjebak
Doa & Dzikir

Zuhud Bukan Meninggalkan Dunia: Salah Paham yang Membuat Hati Terjebak

28 Aug 2026
Kenapa Nabi Menolak Emas, Padahal Rezeki Datang Menghampiri?
Doa & Dzikir

Kenapa Nabi Menolak Emas, Padahal Rezeki Datang Menghampiri?

28 Aug 2026
Sedekah yang Justru Menambah Harta: Logika Terbalik yang Diajarkan Nabi
Doa & Dzikir

Sedekah yang Justru Menambah Harta: Logika Terbalik yang Diajarkan Nabi

27 Aug 2026
Ikhlas: Ruh yang Membuat Amal Hidup atau Mati Tanpa Suara
Doa & Dzikir

Ikhlas: Ruh yang Membuat Amal Hidup atau Mati Tanpa Suara

27 Aug 2026
Jibril Mengulang Wasiat Itu Sampai Nabi Mengira Tetangga Akan Ikut Waris
Doa & Dzikir

Jibril Mengulang Wasiat Itu Sampai Nabi Mengira Tetangga Akan Ikut Waris

26 Aug 2026
Rahasia di Balik Doa Malaikat: Kenapa Menolong Justru Meringankan Beban Sendiri?
Doa & Dzikir

Rahasia di Balik Doa Malaikat: Kenapa Menolong Justru Meringankan Beban Sendiri?

26 Aug 2026
Doa Ibu di Ujung Sujud: Rahasia Pintu Rezeki yang Sering Kita Lewati
Doa & Dzikir

Doa Ibu di Ujung Sujud: Rahasia Pintu Rezeki yang Sering Kita Lewati

25 Aug 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

Memuat aktivitas ibadah…