Nyaris tak ada majelis dan peringatan di Nusantara yang asing dengan lantunannya. Begitu bait pembukanya terdengar, hati banyak orang seketika ikut bergetar: itulah Sholawat Badar, karya anak negeri yang mendunia.
Tulisan ini mengajak Anda mengenalnya — bukan untuk menghukumi, bukan pula menggurui cara mengamalkannya. AlFatihRPS menyajikan khazanah sholawat sebagaimana ia hidup di tengah sebagian masyarakat, dengan hormat kepada seluruh kalangan; adapun tuntunan pengamalannya, kami kembalikan kepada para ulama dan guru masing-masing.
Teks dan Terjemahnya
Sholawat Badar terdiri atas banyak bait (dikenal 28 bait). Berikut bait pembukanya yang paling masyhur beserta terjemah maknanya:
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طَهَ رَسُولِ اللهِ صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يس حَبِيبِ اللهِ
Terjemah makna: Sholawat Allah dan salam Allah semoga tercurah atas Thaha, utusan Allah; sholawat Allah dan salam Allah semoga tercurah atas Yasin, kekasih Allah.
Latin: Shalatullah salamullah ‘ala Thaha Rasulillah, shalatullah salamullah ‘ala Yasin Habibillah.
Sejarah Singkat
Sholawat Badar dinisbatkan kepada KH Ali Manshur, seorang ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama dari Banyuwangi, yang menggubahnya sekitar tahun 1960-an. Syairnya lahir dari suasana keprihatinan pada zamannya, dan — menurut riwayat yang masyhur — setelah beliau bermimpi didatangi orang-orang berjubah yang dikaitkan dengan para syuhada Perang Badar. Karena itulah di dalamnya terdapat tawassul: memuji Rasulullah SAW sekaligus menyebut para sahabat yang gugur dalam Perang Badar.
Keutamaan yang Biasa Disebutkan
Sebelum menyebut keutamaannya, penting diletakkan dasarnya lebih dulu: keutamaan bersholawat kepada Nabi SAW secara umum bukanlah perkara yang diperselisihkan. Ia berpijak pada firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Baca Juga
Sholawat Tibbil Qulub: Teks, Makna, dan Keutamaannya
Terjemah makna: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan. (QS. Al-Ahzab: 56)
Adapun secara khusus tentang Sholawat Badar, dalam tradisi yang berkembang di sebagian kalangan ia kerap dibaca sebagai permohonan keselamatan dan kelapangan dari kesulitan.
Kami menyampaikan hal-hal di atas sebagaimana ia dikenal di tengah sebagian masyarakat — tanpa kami tetapkan sebagai keharusan, dan tanpa kami beri penilaian. Adapun kedudukan riwayat serta tuntunan pengamalannya, sepenuhnya kami kembalikan kepada para ulama dan guru masing-masing. Yang kami rangkul bersama sederhana: memperbanyak sholawat kepada Nabi SAW adalah kebaikan, dan niat yang lurus lagi ikhlas adalah ruh dari setiap amalan.
Bagaimana Sebagian Masyarakat Mengamalkannya
Di tengah sebagian masyarakat, Sholawat Badar diamalkan dengan beragam cara, dan tidak ada satu bentuk baku yang mengikat. Sekadar gambaran yang umum dijumpai:
- Dilantunkan bersama-sama di majelis, peringatan, dan berbagai acara keagamaan.
- Dibaca saat memohon keselamatan atau menenangkan suasana; sebagian dengan bilangan tertentu, sebagian tidak.
- Yang lazim ditekankan bukan pada banyak-sedikitnya, melainkan pada kekhusyukan, kebersamaan, dan keikhlasan — seraya menyerahkan segala hasil kepada Allah.
Untuk tuntunan yang lebih rinci sesuai keadaan masing-masing, sebaiknya dirujuk kepada ustadz atau guru.
Penutup
Sholawat Badar menunjukkan bagaimana cinta kepada Rasulullah SAW dapat menyatukan hati banyak orang dalam satu lantunan yang sama.
Bila ada perbedaan pandangan seputar sholawat ini di tengah masyarakat, sikap kami sederhana: kami menghormati semua kalangan, dan memilih menyatukan hati pada satu titik temu — cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan mencintai Rasulullah SAW terasa lebih ringan bila ditempuh bersama. Di komunitas AlFatihRPS, banyak sahabat sedang belajar istiqomah — sedikit tetapi langgeng, tanpa paksaan dan tanpa syarat. Bergabunglah di sini jika ingin memulai bersama.