Kajian & Tulisan
Kumpulan kajian, pengingat, dan tulisan AlFatihRPS — pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. 707 tulisan tersedia.
950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh
Seorang guru mengaji di kampung terus mengajar meski kelasnya menyusut dari tiga puluh anak menjadi lima. Seorang ibu tak lelah menasihati anaknya yang tetap me…
Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan
Seorang karyawan menolak menandatangani laporan yang dimanipulasi, meski atasannya menjanjikan promosi. Ia dianggap bodoh oleh rekan-rekannya. Ribuan tahun sebe…
Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan
Kita sering membayangkan Nabi Adam sebagai sosok yang gagal—manusia pertama yang melanggar, lalu diusir dari surga. Tapi kisahnya bukan tentang kejatuhan. Justr…
Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?
Bukan soal seberapa cepat jaringan internet kita, bukan pula soal berapa juta ponsel pintar yang terjual tahun ini. Yang jarang ditanya: kenapa di negeri dengan…
Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?
Kita sering berpikir anak yang mudah cemas hanya kurang berani atau terlalu dimanja. Tapi di balik wajah yang terlihat baik-baik saja, ada jiwa kecil yang mungk…
Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?
Kita sering berpikir MBG membuat rezeki seret karena pembeli warung berkurang dan dapur kecil terasa makin sepi. Tapi kadang yang lebih dalam bukan soal satu pr…
Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?
Kita sering berpikir cemas itu tanda iman sedang lemah. Tapi kadang yang terjadi jauh lebih sunyi: hati sedang kelelahan memikul masa depan yang belum tentu dat…
Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?
Kita sering berpikir beban riba itu sekadar angka yang membengkak di aplikasi pinjaman, kartu kredit, atau cicilan. Tapi bagi sebagian orang, ia sudah menjadi s…
Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?
Di loket pendaftaran sekolah, seorang ayah menghitung ulang uang pangkal sambil menyembunyikan wajah lelahnya dari anaknya. Ribuan tahun lalu, Nabi Musa juga be…
Ketika Melepaskan Justru Menyelamatkan: Cermin Pilihan Hidup Nabi Musa
Ada satu peti kecil yang diam di atas arus Sungai Nil. Di sanalah seorang ibu melepaskan anaknya, bukan karena tidak cinta. Pilihan paling berat kadang tampak s…
Mengapa Ilmu Makin Banyak, Tapi Hidup Makin Kehilangan Arah?
Ada orang yang rak bukunya penuh, tetapi satu pesan dari pasangan bisa membuatnya meledak. Ada yang hafal istilah healing, burnout, epistemologi, bahkan tazkiya…
Mengapa Anak Lelaki Sulit Lembut kepada Orang Tuanya?
Ada yang jarang ditanyakan dari kisah Nabi Ismail: mengapa seorang anak lelaki bisa begitu lembut kepada ayahnya, justru saat percakapan itu paling berat? Apa y…
Kenapa Harapan yang Baik Bisa Nyasar dan Melukai Hati?
Yang jarang ditanyakan dari tangis Nabi Ya'qub bukan hanya seberapa dalam rindunya kepada Yusuf. Melainkan: ke mana sebenarnya harapan seorang ayah pergi ketika…
Ketika Panji Agama Jadi Topeng: Mengapa Hati Tetap Terluka Meski Janji Suci Diucap?
Ada luka yang menganga lebih dalam dari sekadar janji yang diingkari. Luka itu muncul ketika tangan yang seharusnya menuntun pada kebaikan, justru menusuk dari …
Ketika Kesedihan Tak Berujung Justru Membuka Pintu Hikmah?
Terkadang, di tengah riuhnya hidup, kita merasa paling sendiri saat kesedihan datang bertamu. Kita berusaha mengusirnya, memalingkan diri, bahkan mencari pelari…
Lumbung Pangan dari Penjara: Menguak Hikmah Pengelolaan Krisis ala Nabi Yusuf
Solusi untuk krisis kelaparan yang mengancam sebuah negeri tidak datang dari para penasihat raja, apalagi dari menteri di istana yang megah. Justru, gagasan pen…
Ketika Memilih Mundur Justru Menyelamatkan Iman: Belajar dari Ashabul Kahfi
Kita sering membayangkan pahlawan iman adalah mereka yang maju ke medan laga, berhadapan langsung dengan kezaliman. Tapi, kisah Ashabul Kahfi mengajarkan sesuat…
Ketika Iman Menuntut Jeda: Hikmah Uzlah Ashabul Kahfi di Tengah Bising Dunia
Mereka bisa saja melawan. Berteriak, berdebat, bahkan mungkin memprovokasi. Tapi apa yang membuat pemuda-pemuda Ashabul Kahfi itu justru memilih diam, mundur ke…