Di antara amalan yang ringan di lisan namun besar nilainya, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan yang istimewa. Ia bukan sekadar ucapan, melainkan bukti cinta dan ketaatan — sebuah amalan yang bahkan Allah dan para malaikat-Nya sendiri melakukannya.
AlFatihRPS, sebagai Gerakan Sholawat Tanpa Syarat, ingin mengajak Anda mengenal lebih dalam keutamaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta dalil-dalilnya, agar kecintaan itu tumbuh di atas ilmu.
Apa Itu Sholawat dan Perintahnya
Sholawat berarti doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW; ketika datang dari Allah ia bermakna rahmat, dari malaikat berarti permohonan ampun, dan dari seorang hamba berarti doa. Perintah bersholawat ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an, sehingga keutamaannya bukanlah perkara yang diperselisihkan:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Terjemah makna: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan. (QS. Al-Ahzab: 56)
Keutamaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW sendiri mengabarkan balasan berlipat bagi orang yang bersholawat:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Baca Juga
Gabut? Ini Amalan & Dzikir Ringan yang Berpahala Besar
Terjemah makna: Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali. (HR. Muslim, no. 408)
Dari tuntunan Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih, para ulama menyimpulkan sejumlah keutamaan bersholawat, di antaranya:
- Dibalas rahmat berlipat — satu sholawat dibalas sepuluh rahmat dari Allah (HR. Muslim).
- Diangkat derajat dan dihapus kesalahan — diriwayatkan bahwa bersholawat menjadi sebab ditulisnya kebaikan dan diangkatnya derajat (HR. Ahmad dan an-Nasa’i).
- Mendekatkan diri kepada Nabi SAW di hari kiamat — orang yang paling banyak bersholawat termasuk yang paling dekat dengan beliau (HR. Tirmidzi).
- Sebab terkabulnya doa — para ulama menganjurkan membuka dan menutup doa dengan sholawat.
- Tanda cinta dan adab kepada Rasulullah SAW — menyebut nama beliau tanpa bersholawat termasuk kelalaian (HR. Tirmidzi).
Semua keutamaan ini bermuara pada satu hal: bersholawat adalah kebaikan yang dianjurkan, dan nilainya bergantung pada keikhlasan serta keistiqomahan — sedikit yang langgeng lebih dicintai daripada banyak yang terputus.
Kapan dan Bagaimana Bersholawat
Tidak ada bentuk yang kaku dalam memperbanyak sholawat. Sebagian orang menjadikannya wirid pagi dan petang, sebagian melantunkannya selepas sholat, di hari Jumat, atau di majelis bersama. Yang terpenting bukan pada banyak-sedikitnya bilangan, melainkan pada kehadiran hati, pengagungan kepada Nabi SAW, dan keikhlasan. Untuk tuntunan yang lebih rinci, sebaiknya dirujuk kepada ustadz atau guru.
Ragam Sholawat yang Masyhur
Di tengah masyarakat berkembang beragam susunan sholawat yang indah, masing-masing dengan sejarah dan lafaznya. AlFatihRPS menyajikan pengenalannya secara berimbang — sekadar mengenal, bukan menghukumi:
- Sholawat Nariyah — teks, sejarah, dan keutamaannya.
- Sholawat Jibril — lafaz ringkas yang mudah diistiqomahkan.
- Sholawat Al-Fatih — “sang pembuka” karya ulama terdahulu.
- Sholawat Munjiyat — “sang penyelamat” dan kisahnya.
- Sholawat Tibbil Qulub — “pengobat hati”.
- Sholawat Badar — karya KH Ali Manshur yang melegenda.
Penutup
Keutamaan sholawat begitu luas, namun intinya sederhana: ia adalah jalan mendekat kepada Allah melalui cinta kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW. Maka tak ada ruginya memperbanyak, sedikit demi sedikit, hingga lisan senantiasa basah dengannya.
Perjalanan istiqomah bersholawat terasa lebih ringan bila ditempuh bersama. Di komunitas AlFatihRPS, banyak sahabat sedang belajar hal yang sama — tanpa paksaan dan tanpa syarat. Bergabunglah di sini jika ingin memulai bersama.