Akhlak & Tazkiyah Rujukan Redaksi

Bisakah Hati Merindu Saat Telinga Lelah? Amanah Pendengaran di Tengah Bising Gadget

Jam 10 malam, setelah seharian penuh rapat daring dan notifikasi yang tak henti, kamu masih menyumpal telinga dengan earbud, memutar podcast atau musik keras, s...

Bisakah Hati Merindu Saat Telinga Lelah? Amanah Pendengaran di Tengah Bising Gadget
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 10 malam, setelah seharian penuh rapat daring dan notifikasi yang tak henti, kamu masih menyumpal telinga dengan earbud, memutar podcast atau musik keras, sekadar untuk meredakan bising di kepala yang tak kunjung reda. Tapi, bukannya tenang, justru ada kelelahan baru yang merayapi, bukan hanya di telinga, tapi jauh di dalam hati. Rasanya ada yang kosong, gersang, meski telinga terus dibanjiri suara. Pernahkah merasakan kejenuhan batin semacam ini, di mana hiruk-pikuk digital justru semakin menjauhkan kita dari ketenangan yang dicari?

Kelelahan pendengaran semacam ini, yang seringkali kita abaikan, bukan hanya soal fisik. Ia merambat pada kekeruhan batin, mengurangi kapasitas kita untuk merenung, bahkan untuk merasakan kehadiran Ilahi. Kita sering lupa bahwa telinga, layaknya mata dan hati, adalah sebuah amanah besar dari Allah SWT. Ia bukan sekadar saluran informasi, melainkan gerbang utama yang menyaring apa yang masuk ke dalam jiwa. Jika gerbang ini terus-menerus dibanjiri suara-suara bising yang tak esensial, apalagi yang merusak, bagaimana hati bisa mencapai ketenangan dan merindukan kebaikan?

Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Ihya' Ulumuddin, seringkali menekankan pentingnya menjaga indra (hifzh al-hawas) sebagai fondasi tazkiyatun nafs, penyucian jiwa. Beliau mengajarkan bahwa setiap input yang masuk melalui indra, termasuk pendengaran, akan membentuk kondisi hati kita. Jika yang masuk adalah kegaduhan dan hal yang melalaikan, maka hati pun akan cenderung lalai. Sebaliknya, jika kita menjaga pendengaran dari yang buruk dan mengisinya dengan kebaikan, hati akan lebih mudah mencapai kekhusyukan dan ketenangan. Allah SWT sendiri mengingatkan kita tentang amanah ini:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra': 36)

Ayat ini menegaskan bahwa pendengaran kita akan dipertanggungjawabkan. Artinya, ada kewajiban untuk tidak hanya menjaga fisiknya, tetapi juga substansi yang kita izinkan masuk melaluinya. Rasulullah SAW pun mengajarkan prinsip menjaga tubuh sebagai amanah, termasuk setiap anggota badan kita. Beliau bersabda:

Baca Juga

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari)

Hak tubuh atas diri kita mencakup pemeliharaan dari kerusakan, termasuk kerusakan akibat suara bising yang berlebihan. Dengan memberi jeda pada telinga dari bombardir digital, kita sebenarnya sedang menciptakan ruang hening dalam hati. Ruang inilah yang kita butuhkan untuk tadabbur (merenung), untuk mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an dengan khusyuk, atau untuk meresapi makna sholawat yang menenangkan. Ini adalah langkah kecil yang konsisten, sebuah istiqomah dalam menjaga amanah, yang pada akhirnya akan menumbuhkan mahabbah (cinta) kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Maka, mari kita renungkan kembali. Apakah telinga kita sudah difungsikan sebagaimana mestinya, atau justru menjadi korban dari gaya hidup serba cepat dan bising? Memberi istirahat pada telinga dari gadget bukan berarti menjauh dari dunia, melainkan justru mendekatkan diri pada esensi kehidupan yang lebih tenang dan bermakna. Ini adalah bentuk cinta kita pada diri sendiri, pada amanah yang dititipkan, dan pada kebaikan yang ingin kita dengar dan rasakan dalam hati.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.