Jam makan siang, kamu membuka media sosial. Sebuah unggahan menampakkan teman lama yang baru saja merayakan promosi besar di kantornya, atau mungkin kerabat yang memamerkan liburan mewah ke luar negeri. Senyum di wajah mereka tampak begitu lepas, begitu bahagia. Seketika, hati terasa perih. Bukan iri, kamu meyakinkan diri, tapi mengapa ada rasa tidak nyaman yang mengganjal, seolah keberhasilan mereka justru menyoroti kekurangan dalam dirimu?
Perasaan semacam ini, yang kerap kita sebut dengki atau hasad, adalah penyakit hati yang menggerogoti ketenangan batin. Ia bukan sekadar menginginkan apa yang dimiliki orang lain, melainkan lebih dalam lagi: keinginan agar nikmat itu lenyap dari mereka. Ia adalah bisikan halus yang mengubah kebahagiaan orang lain menjadi bara api di dalam dada kita sendiri, memadamkan cahaya syukur dan merenggut kedamaian. Imam Al-Ghazali, dalam mahakaryanya 'Ihya' Ulumuddin', menegaskan bahwa hasad adalah salah satu penyakit hati yang paling berbahaya, sebab ia memalingkan seseorang dari ketaatan dan menjerumuskannya pada keburukan.
Padahal, Rasulullah ๏ทบ telah memperingatkan kita dengan tegas tentang bahaya ini. Beliau bersabda:
ุฅููููุงููู
ู ููุงููุญูุณูุฏู ููุฅูููู ุงููุญูุณูุฏู ููุฃููููู ุงููุญูุณูููุงุชู ููู
ูุง ุชูุฃููููู ุงููููุงุฑู ุงููุญูุทูุจู
โJauhilah hasad (dengki), karena hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.โ (HR. Abu Dawud)
Hadits ini bukan sekadar larangan, melainkan sebuah gambaran visual yang kuat: dengki itu seperti api yang melahap habis amal kebaikan kita. Ia tidak hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menghancurkan pahala dan ketenangan spiritual kita sendiri. Bagaimana mungkin hati bisa merasakan mahabbah kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kepada sesama saudara, jika ia terus-menerus diselimuti bara dengki?
Baca Juga
Mengapa Anak Sulit Menepati Janji? Hikmah Amanah untuk Hati yang Tenang
Lantas, bagaimana kita menanggulangi bara ini? Kuncinya terletak pada pemahaman mendalam tentang takdir dan rezeki. Kita sering lupa bahwa setiap manusia telah ditetapkan bagiannya masing-masing oleh Sang Pencipta. Keberhasilan orang lain bukanlah indikator kegagalan kita, melainkan bagian dari skenario ilahi yang maha sempurna. Allah ๏ทป berfirman:
ุฃูููู
ู ููููุณูู
ูููู ุฑูุญูู
ูุชู ุฑูุจูููู ููุญููู ููุณูู
ูููุง ุจูููููููู
ู ู
ูุนููุดูุชูููู
ู ููู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููุฑูููุนูููุง ุจูุนูุถูููู
ู ูููููู ุจูุนูุถู ุฏูุฑูุฌูุงุชู ููููุชููุฎูุฐู ุจูุนูุถูููู
ู ุจูุนูุถูุง ุณูุฎูุฑููููุง ููุฑูุญูู
ูุชู ุฑูุจูููู ุฎูููุฑู ู
ูู
ููุง ููุฌูู
ูุนูููู
โApakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.โ (QS. Az-Zukhruf: 32)
Ayat ini mengingatkan kita untuk meletakkan tawakal sepenuhnya kepada Allah atas segala ketetapan-Nya. Ibnu 'Athaillah As-Sakandari dalam 'Al-Hikam' mengajarkan, โBarang siapa yang tidak bersyukur atas karunia-karunia yang telah ada padanya, maka ia akan kehilangan karunia-karunia itu.โ Rasa dengki adalah wujud ketidaksyukuran, yang hanya akan menjauhkan kita dari keberkahan. Sebaliknya, ketika kita ridha dan mendoakan kebaikan bagi saudara kita, hati akan lapang dan Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita dari arah yang tidak disangka-sangka.
Membangun hati yang bersih dari dengki adalah perjalanan panjang yang membutuhkan istiqomah. Ini adalah proses pembinaan hati yang tiada henti, di mana kita secara sadar memilih untuk fokus pada kebaikan diri sendiri dan orang lain, serta memupuk mahabbah kepada Rasulullah ๏ทบ. Dengan senantiasa bersholawat, kita menumbuhkan cinta yang tulus kepada beliau, yang merupakan teladan terbaik dalam berakhlak mulia. Dengan tadarus Al-Qur'an, kita menyirami hati dengan hikmah ilahi yang menenteramkan, mengikis karat-karat dengki yang melekat.
Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an โ klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.