Budaya Rujukan Redaksi

Ghurabah: Ketika Iman Merasa Terasing di Tengah Gemuruh Dunia

Jam 11 malam, notifikasi tagihan masuk lagi, dan kamu masih scroll HP mencari hiburan yang tak pernah cukup. Di tengah deru informasi yang tak henti, kadang kit...

Ghurabah: Ketika Iman Merasa Terasing di Tengah Gemuruh Dunia
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 11 malam, notifikasi tagihan masuk lagi, dan kamu masih scroll HP mencari hiburan yang tak pernah cukup. Di tengah deru informasi yang tak henti, kadang kita merasa ada yang hilang, sebuah kekosongan yang tak bisa diisi oleh hiruk-pikuk dunia. Hati terasa gersang, meski jasad sibuk mengejar target dan validasi.

Perasaan terasing ini, bukan karena kita tak punya teman atau pekerjaan. Justru, seringkali ia muncul di tengah keramaian, di antara tuntutan yang seolah tak ada habisnya. Ini adalah sensasi 'ghurabah'—keterasingan—yang dirasakan oleh jiwa yang mencari makna, di saat nilai-nilai luhur terasa semakin pudar di tengah arus pragmatisme. Kita merasa asing, bukan dari manusia, melainkan dari standar-standar dunia yang seringkali bertentangan dengan fitrah.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

(Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang asing itu). (HR. Muslim). Hadits ini, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bukan sekadar ramalan, melainkan sebuah petunjuk. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin, seringkali mengulas bagaimana hati manusia cenderung condong pada dunia, sehingga mereka yang teguh memegang prinsip keimanan akan merasakan 'ghurabah' ini sebagai sebuah keniscayaan. Keterasingan ini bukanlah kutukan, melainkan tanda bahwa kita sedang berada di jalur yang berbeda, jalur yang menapaki jejak para Nabi dan shalihin.

Lalu, bagaimana kita menyikapi 'ghurabah' ini? Apakah kita harus menjauh dari dunia? Tentu tidak. Ibnu 'Athaillah As-Sakandari dalam Al-Hikam mengajarkan kita untuk tidak terpaku pada wujud luar, melainkan pada hakikat di baliknya. Keterasingan ini justru menjadi peluang untuk memperkuat ikatan batin kita dengan Sang Pencipta dan Rasulullah SAW. Ia mendorong kita untuk mencari ketenangan sejati, bukan pada pujian manusia atau kekayaan fana, melainkan pada Dzat yang Maha Kekal.

Baca Juga
Kita Kira Maulid Cuma Perayaan. Ternyata Ada Sesuatu yang Lebih Dalam

Kita Kira Maulid Cuma Perayaan. Ternyata Ada Sesuatu yang Lebih Dalam

Ketenangan itu, seperti yang difirmankan Allah:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.) (QS. Ar-Ra'd: 28). Mengingat Allah, mencintai Rasulullah SAW, dan merenungi kalam-Nya adalah benteng kita di tengah 'ghurabah' ini. Ini adalah jalan istiqomah yang tak selalu mudah, namun penuh berkah. Jalan yang mengembalikan kita pada fitrah, bahwa kita adalah umat Rasulullah SAW yang dituntut untuk menyebarkan cinta dan kebaikan, bahkan saat dunia terasa asing.

Maka, jangan biarkan 'ghurabah' membuatmu merasa sendirian. Justru, ia adalah undangan untuk merenung, untuk kembali pada hakikat tujuan hidup. Ia adalah panggilan untuk memperbaharui 'mahabbah' (cinta) kita kepada Rasulullah SAW, menjadikannya lentera di tengah kegelapan. Dengan sholawat dan tadarus Al-Qur'an, kita tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga membangun jembatan ukhuwah dengan sesama pejuang yang juga merasakan panggilan yang sama. Kita adalah 'ghuraba' yang beruntung, yang menemukan ketenangan dalam istiqomah, dan kebersamaan dalam cinta.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Jempol yang Menjadi Lisan: Adab Bermedia Sosial dalam Timbangan Al-Ghazali
Budaya

Jempol yang Menjadi Lisan: Adab Bermedia Sosial dalam Timbangan Al-Ghazali

22 Sep 2026
Ayat Tematik Adalah Penawar Saat Satu Ayat Justru Membuat Hati Gemetar
Budaya

Ayat Tematik Adalah Penawar Saat Satu Ayat Justru Membuat Hati Gemetar

22 Sep 2026
Kenapa Hati Tetap Keruh Padahal Wudhu Lima Kali Sehari?
Budaya

Kenapa Hati Tetap Keruh Padahal Wudhu Lima Kali Sehari?

21 Sep 2026
Riya: Racun Halus yang Membuat Amal Terlihat Gagah tapi Kosong
Budaya

Riya: Racun Halus yang Membuat Amal Terlihat Gagah tapi Kosong

21 Sep 2026
Kenapa Hati Terasa Kosong Setelah Ngobrol Berjam-jam?
Budaya

Kenapa Hati Terasa Kosong Setelah Ngobrol Berjam-jam?

20 Sep 2026
Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya: Mulai Dari Mana?
Budaya

Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya: Mulai Dari Mana?

20 Sep 2026
Sepuluh Tahun Melayani Nabi, Kenapa Anas Tak Pernah Sekali Pun Dibentak?
Budaya

Sepuluh Tahun Melayani Nabi, Kenapa Anas Tak Pernah Sekali Pun Dibentak?

19 Sep 2026
Kenapa Ayat Tematik dan Artinya Tak Kunjung Menenangkan Hatimu?
Budaya

Kenapa Ayat Tematik dan Artinya Tak Kunjung Menenangkan Hatimu?

19 Sep 2026
Dapat Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya?
Budaya

Dapat Menghafal Ayat Tematik dari Alquran dan Mampu Menjelaskannya?

18 Sep 2026
Doa Penenang Hati dan Pikiran yang Gelisah Arab: Kenapa Hati Masih Sesak?
Budaya

Doa Penenang Hati dan Pikiran yang Gelisah Arab: Kenapa Hati Masih Sesak?

18 Sep 2026
Contoh Ayat Tematik: Cara Membaca Al-Qur'an yang Hilang dari Kita
Budaya

Contoh Ayat Tematik: Cara Membaca Al-Qur'an yang Hilang dari Kita

17 Sep 2026
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa, dan Kenapa Hari Senin Lebih Penting?
Budaya

Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa, dan Kenapa Hari Senin Lebih Penting?

17 Sep 2026
Air Mata yang Tidak Membatalkan Sabar: Pelajaran dari Wafatnya Ibrahim
Budaya

Air Mata yang Tidak Membatalkan Sabar: Pelajaran dari Wafatnya Ibrahim

14 Sep 2026
Mengapa Nabi Tetap Mengembalikan Titipan Orang yang Hendak Membunuhnya?
Budaya

Mengapa Nabi Tetap Mengembalikan Titipan Orang yang Hendak Membunuhnya?

14 Sep 2026
Kenapa Suara Sandal Bilal Terdengar di Surga? Rahasia di Balik Menjaga Wudhu
Budaya

Kenapa Suara Sandal Bilal Terdengar di Surga? Rahasia di Balik Menjaga Wudhu

13 Sep 2026
Kenapa Lelah yang Sama Bisa Bernilai Ibadah atau Hilang Tanpa Jejak?
Budaya

Kenapa Lelah yang Sama Bisa Bernilai Ibadah atau Hilang Tanpa Jejak?

13 Sep 2026
Satu Pujian untuk Dua Ujian: Sabar Nabi Ayyub dan Syukur Nabi Sulaiman
Budaya

Satu Pujian untuk Dua Ujian: Sabar Nabi Ayyub dan Syukur Nabi Sulaiman

12 Sep 2026
Khatam Berkali-kali, Hati Tetap Kering: Pelajaran dari Tangis Rasulullah SAW
Budaya

Khatam Berkali-kali, Hati Tetap Kering: Pelajaran dari Tangis Rasulullah SAW

12 Sep 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

Memuat aktivitas ibadah…
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad
Setor Sholawat

Setiap bilangan yang Anda tulis menjadi saksi cinta kepada Baginda Nabi SAW. Isikan jumlahnya, lalu kirim — Anda diminta masuk sebentar agar amalan tercatat.