Ada ketenangan yang tak bisa dibeli: hati yang terhubung dengan Allah sejak pagi membuka mata hingga petang memejamkannya. Dzikir pagi dan petang adalah tali halus itu — ringan diucapkan, namun menjadi benteng dan penyejuk sepanjang hari.
Allah sendiri yang memanggil kita kepadanya: "…dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab: 41-42). Maka mari kita mulai, pelan-pelan, dari yang paling utama.
Bacaan yang paling dianjurkan dibaca pagi dan petang — satu kali — adalah Ayat Kursi, ayat perlindungan yang menenangkan:
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
Terjemah makna: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur; milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi… (QS. Al-Baqarah: 255, dibaca hingga akhir ayat). Barangsiapa membacanya di pagi hari, ia dijaga hingga petang — sebuah janji perlindungan yang menenangkan langkah kita.
Waktu Membaca Dzikir Pagi dan Petang
Tak perlu rumit. Sisihkan sejenak di dua tepi hari:
- Pagi: selepas sholat Subuh hingga matahari terbit (boleh dilanjut sampai waktu Dhuha).
- Petang: selepas sholat Ashar hingga matahari terbenam.
Bukan seberapa banyak, tapi seberapa hadir hati kita saat mengucapnya.
Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah
1. Tiga Surat Pelindung (masing-masing 3×)
Bacalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali. Rasulullah SAW menyebut ketiganya mencukupkan seseorang dari segala sesuatu (HR. Abu Dawud & Tirmidzi) — seolah menyelimuti kita dengan penjagaan dari segala arah.
2. Sayyidul Istighfar — Penghulu Istighfar (1×)
Doa yang mengakui betapa kecil kita di hadapan Allah, dan betapa luas ampunan-Nya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Terjemah makna: Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku menepati janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku; sebab tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. (HR. Bukhari)
3. Menyerahkan Pagi/Petang kepada Allah (1×)
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemah makna: Kami memasuki waktu pagi, dan kerajaan hanya milik Allah; segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (HR. Muslim)
Latin: Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah, wal-hamdulillah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. (Di waktu petang, awalnya diganti "Amsainaa wa amsal mulku lillah…".)
4. Berlindung dari Segala Bahaya (3×)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Terjemah makna: Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan; Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Baca Juga
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal dan yang Sakit (Arab, Latin, Arti)
Latin: Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil-ardhi wa laa fis-samaa', wa huwas-samii'ul 'aliim. Barangsiapa membacanya tiga kali, tidak ada bahaya yang tiba-tiba mencelakainya — hati pun jadi lebih lapang menyongsong hari.
5. Ridha — Kunci Hati yang Tenang (3×)
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Terjemah makna: Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
Latin: Radhiitu billaahi rabbaa, wa bil-islaami diinaa, wa bi-Muhammadin nabiyyaa. Diriwayatkan, siapa mengucapkannya, Allah berjanji meridhainya — sebuah ketenangan yang lahir dari menerima dengan lapang dada.
6. Bersandar Penuh kepada Allah (7×)
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Terjemah makna: Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia Tuhan pemilik 'Arsy yang agung. (HR. Abu Dawud)
Latin: Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa, 'alaihi tawakkaltu, wa huwa rabbul-'arsyil-'azhiim.
7. Tasbih & Tahmid (100×)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Terjemah makna: Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Barangsiapa mengucapkannya seratus kali di pagi hari, dihapuskan dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan. (HR. Bukhari & Muslim)
Latin: Subhaanallaahi wa bihamdih. Ringan di lisan, namun berat timbangannya — kalimat yang mudah menemani langkah sepanjang hari.
Ruh dari Dzikir: Hati yang Tenteram
Semua bacaan di atas bermuara pada satu tujuan lembut: hati yang tenteram karena dekat dengan Allah. Sebagaimana firman-Nya, "…hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28). Termasuk dzikir yang meneduhkan hati adalah memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW — ringan, hangat, dan menghubungkan kita dengan sumber ketenangan. Selengkapnya di artikel Keutamaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan waktu dzikir pagi dan petang?
Dzikir pagi dibaca selepas Subuh hingga matahari terbit; dzikir petang selepas Ashar hingga maghrib.
Apa dzikir pagi yang paling utama?
Di antaranya Ayat Kursi, tiga surat pelindung (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), Sayyidul Istighfar, dan bacaan perlindungan "Bismillahilladzi laa yadhurru…".
Apakah harus dibaca lengkap sekaligus?
Tidak. Yang utama istiqomah dengan hati yang hadir. Mulailah dari yang mudah, lalu lengkapi sesuai kemampuan dengan merujuk kitab dzikir seperti Hisnul Muslim atau bimbingan ustadz.
Penutup
Dzikir pagi dan petang tak menuntut waktu yang panjang — hanya hati yang mau kembali. Mulailah hari ini, dari satu-dua bacaan, dan biarkan ketenangan itu tumbuh perlahan menjadi kebiasaan yang meneduhkan.
Mari saling menguatkan dalam istiqomah mengingat Allah dan bersholawat. Di komunitas AlFatihRPS, banyak sahabat menjadikannya amalan harian — pelan-pelan, tanpa paksaan, tanpa syarat. Bergabunglah di sini jika ingin memulai bersama.