Keluarga Muslim Rujukan Redaksi

Sakinah yang Terlupa: Menemukan Kembali Hadir Hati dalam Pernikahan Modern

Jam 11 malam, notifikasi tagihan bulanan masuk lagi, dan kamu masih membalas email kerja yang tak kunjung usai. Di sampingmu, pasangan mungkin sudah terlelap, a...

Sakinah yang Terlupa: Menemukan Kembali Hadir Hati dalam Pernikahan Modern
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 11 malam, notifikasi tagihan bulanan masuk lagi, dan kamu masih membalas email kerja yang tak kunjung usai. Di sampingmu, pasangan mungkin sudah terlelap, atau mungkin juga sibuk dengan dunianya sendiri di layar ponsel. Kalian ada di satu ruangan, bahkan satu ranjang, tapi pernahkah merasa hati saling berjauhan, seolah ada dinding tak kasat mata yang membentang di antara tawa dan cerita yang dulu begitu hangat?

Dalil

Allah berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At-Talaq: 2)

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang istiqomah, meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Keresahan ini bukan isapan jempol. Banyak pasangan, di tengah tuntutan hidup yang kian mendesak, terjebak dalam rutinitas yang mengikis keintiman. Waktu yang ada habis untuk kerja, mengurus anak, atau sekadar memenuhi kewajiban sosial. Akhirnya, hubungan dengan pasangan terasa seperti daftar tugas yang harus diselesaikan, bukan lagi sebuah oase tempat hati bisa berlabuh. Kita lupa, bahwa keintiman sejati bukan hanya soal kuantitas waktu, melainkan kualitas kehadiran: hadirnya hati, jiwa, dan perhatian penuh.

Baca Juga

Ketika Jiwa Merana dalam Lelah Rumah Tangga: Sabar Sejati Menurut Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali dalam *Ihya' Ulumuddin* banyak membahas tentang kondisi hati (*qalbu*) yang seringkali terombang-ambing oleh hiruk pikuk dunia. Beliau mengingatkan bahwa hati yang sibuk dengan kekhawatiran duniawi, ambisi yang tak berujung, atau keluh kesah yang menumpuk, akan sulit untuk hadir sepenuhnya dalam sebuah momen, apalagi dalam sebuah hubungan. Kehadiran fisik mungkin ada, namun ruh kebersamaan telah lama pergi, digantikan oleh bayang-bayang kegelisahan.

Padahal, Allah ﷻ telah menanamkan fitrah *sakinah*, *mawaddah*, dan *rahmah* dalam ikatan pernikahan. Sebagaimana firman-Nya:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan pernikahan adalah ketenangan (sakinah) dan tumbuhnya kasih sayang (mawaddah wa rahmah). Namun, bagaimana sakinah bisa hadir jika hati kita sendiri gersang dan tidak tenang? Bagaimana mawaddah dan rahmah bisa mekar jika kita tak pernah benar-benar hadir untuk pasangan? Rasulullah ﷺ sendiri adalah teladan terbaik dalam hadir hati dan kelembutan. Beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istriku.” (HR. Tirmidzi). Kelembutan ini hanya bisa terwujud dari hati yang lapang dan hadir.

Maka, untuk menemukan kembali keintiman yang hilang, kita perlu memulainya dari pembinaan hati. Sholawat dan tadarus Al-Qur'an, yang menjadi inti Gerakan Sholawat Tanpa Syarat AlFatihRPS, adalah jembatan menuju hadirnya hati. Saat kita bersholawat, hati kita terhubung dengan pribadi Rasulullah ﷺ yang penuh kasih sayang, meniru akhlak beliau yang agung. Saat kita tadarus Al-Qur'an, hati kita disirami kalamullah yang menenangkan. Ketenangan inilah yang akan membebaskan hati dari belenggu kekhawatiran dunia, sehingga ia bisa kembali hadir, tulus, dan penuh cinta kepada pasangan.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Keluarga Muslim

Ketika Kekhawatiran Memeluk Hati: Ibu Tangguh Mencari Berkah dalam Keterbatasan

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Resep Ketenangan Ala Rasulullah ﷺ: Mengapa 'Healing' Modern Sering Kali Gagal?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Makrifat: Ketika Hati Melampaui Ritual, Menemukan 'Mengapa' di Balik Kehidupan

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Zuhud Nabi Isa: Ketika Harta dan Derajat Tak Lagi Menjadi Ukuran Hati

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Cermin Diri yang Terlupakan: Hikmah Muhasabah di Tengah Gelombang Penilaian

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Mengapa Hati Masih Tercekik Cemas, Meski Pandemi Telah Berlalu?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Mawaddah fil Qurbā: Konsep Cinta Ahlul Bait yang Menghidupkan Hati

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Inna Lillahi: Mengajarkan Hakikat Kembali kepada Anak di Tengah Duka

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Mengapa Anak Sulit Menepati Janji? Hikmah Amanah untuk Hati yang Tenang

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Ketika Anak Sulit Diatur: Mengapa Adab Harus Diajarkan Sejak Balita?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Ketika Keberhasilan Saudara Justru Membakar Hati: Mengurai Simpul Dengki

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Kalah Debat, Menang Hati: Hikmah Meninggalkan Perdebatan Tak Perlu

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Ghibah: Penyakit Hati yang Menggerogoti Mahabbah dan Ukhuwah

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Ketika Dua Hati Beda Budaya Bertemu: Bagaimana Mahabbah Menguatkan?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Bagaimana Menjaga Rumah dari Bisikan Tetangga yang Meracuni Hati?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Ketika Kehamilan Membawa Jarak: Benarkah Cinta Saja Tak Cukup?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Anak Tak Merespon Panggilanmu: Mengapa Amanah Pendengaran Kerap Terlupa?

26 Jun 2026
Keluarga Muslim

Bukan Sekadar Obat: Mengapa Habbatussauda Adalah Gerbang Istiqomah Hati?

26 Jun 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--