Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Malammu Hilang dalam Layar? Kenapa Gadget Merampas Ketenangan Jiwa

Jam sepuluh malam, mata sudah lelah, tapi tangan masih refleks meraih ponsel. Scroll media sosial, cek email, atau sekadar menonton video pendek. Niatnya sebent...

Malammu Hilang dalam Layar? Kenapa Gadget Merampas Ketenangan Jiwa
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam sepuluh malam, mata sudah lelah, tapi tangan masih refleks meraih ponsel. Scroll media sosial, cek email, atau sekadar menonton video pendek. Niatnya sebentar, tapi tahu-tahu jarum jam sudah menunjuk angka dua belas, bahkan lebih. Kepala pening, badan pegal, dan esok harinya produktivitas terasa jauh di bawah standar. Pernahkah Anda merasakan lingkaran setan kelelahan yang tak kunjung usai ini?

Fenomena ini bukan sekadar masalah fisik kurang tidur, melainkan cerminan kegelisahan batin yang lebih dalam. Kita mencari hiburan instan, namun yang didapat justru kekosongan dan kecemasan yang bertambah. Cahaya biru layar gadget seolah menjadi hijab, bukan hanya antara kita dengan kantuk yang hakiki, tapi juga antara kita dengan ketenangan jiwa yang seharusnya hadir di penghujung hari. Waktu yang semestinya menjadi momen refleksi, munajat, atau sekadar menenangkan diri, kini tergantikan oleh banjir informasi yang tak ada habisnya.

Padahal, Allah telah menganugerahkan malam sebagai waktu istirahat, sebuah karunia agung agar jiwa dan raga bisa memulihkan diri. Dalam firman-Nya, Allah berfirman:

ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ู„ูุจูŽุงุณู‹ุง ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ูŽ ุณูุจูŽุงุชู‹ุง ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽ ู†ูุดููˆุฑู‹ุง

โ€œDan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.โ€ (QS. Al-Furqan: 47). Ayat ini mengingatkan kita bahwa malam adalah โ€œpakaianโ€ yang menutupi segala hiruk pikuk siang, memberikan kita ruang untuk โ€œsubatโ€ โ€“ istirahat total. Namun, bagaimana mungkin kita meraih istirahat total jika pikiran kita masih terus terstimulasi oleh notifikasi dan konten digital?

Pergulatan dengan gadget sebelum tidur ini adalah salah satu bentuk perjuangan (mujahadah) melawan hawa nafsu. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin banyak membahas pentingnya mengendalikan diri dari syahwat, termasuk syahwat mata dan telinga yang kini banyak dilayani oleh gawai. Beliau mengajarkan bahwa disiplin diri adalah fondasi untuk mencapai ketenangan hati dan mendekatkan diri kepada Ilahi. Tanpa kendali atas diri, bagaimana mungkin kita bisa benar-benar khusyuk dalam ibadah, bahkan dalam istirahat sekalipun?

Baca Juga

Jempol yang Menekan Kirim: Adab yang Hilang di Balik Layar

Kita seringkali lupa bahwa kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat yang paling sering disia-siakan. Rasulullah SAW bersabda:

ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽุงู†ู ู…ูŽุบู’ุจููˆู†ูŒ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู: ุงู„ุตู‘ูุญู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑูŽุงุบู

โ€œDua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.โ€ (HR. Bukhari). Waktu menjelang tidur adalah bagian dari waktu luang yang berharga, yang jika kita gunakan dengan bijak untuk menenangkan diri dan berzikir, akan mengembalikan energi spiritual kita. Sebaliknya, jika dihabiskan untuk hal-hal yang tidak esensial, kita telah โ€œtertipuโ€ dan merugi, kehilangan kesempatan untuk mengoptimalkan nikmat tersebut.

Maka, mari kita mulai membangun kebiasaan baru. Bukan dengan paksaan yang memberatkan, melainkan dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, berlandaskan kesadaran akan pentingnya istirahat yang berkualitas dan pembinaan hati. Mulailah dengan menetapkan batas waktu, misalnya satu jam sebelum tidur, gadget sudah harus diletakkan. Gantikan dengan membaca buku, mendengarkan lantunan Al-Qur'an, berdzikir, atau merenungi nikmat Allah SWT. Ini adalah investasi untuk kesehatan fisik dan mental, serta bekal spiritual kita. Istiqomah dalam hal kecil ini akan melatih jiwa untuk lebih tunduk pada kebaikan, dan perlahan, ketenangan yang hakiki akan datang menyapa.

Dengan membebaskan diri dari belenggu layar di malam hari, kita membuka pintu bagi mahabbah yang lebih dalam kepada Rasulullah SAW, menyiapkan hati yang bersih untuk bersholawat dan bertadarus Al-Qur'an di esok hari. Ini adalah langkah awal menuju generasi perindu Rasulullah SAW yang tak hanya kuat fisiknya, tapi juga tenteram jiwanya. Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an โ€” klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Kenapa Kita Selalu Menunda Bahagia Sampai Syarat Terpenuhi?

12 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Jempol yang Menekan Kirim: Adab yang Hilang di Balik Layar

12 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Sulaiman Punya Segalanya โ€” Tapi Ia Menangis karena Sebutir Nikmat

12 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.