Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Kenapa Tubuh dan Hati Kian Lesu Meski Perut Selalu Terisi?

Jam 9 malam, notifikasi aplikasi pesan antar makanan instan muncul lagi di layar ponsel. Tubuh penat setelah seharian bekerja, pikiran kosong, dan pilihan termu...

Kenapa Tubuh dan Hati Kian Lesu Meski Perut Selalu Terisi?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 9 malam, notifikasi aplikasi pesan antar makanan instan muncul lagi di layar ponsel. Tubuh penat setelah seharian bekerja, pikiran kosong, dan pilihan termudah adalah menekan tombol 'pesan'. Rasanya perut terisi, ada kepuasan sesaat. Namun, mengapa esok hari lelahnya justru bertambah, hati terasa hampa, dan semangat ibadah pun menguap entah ke mana?

Fenomena ketergantungan pada makanan instan bukan sekadar soal praktis, melainkan cerminan dari kecepatan hidup yang menuntut kita memangkas waktu untuk segalanya, termasuk urusan nutrisi. Tanpa disadari, kemudahan ini mengikis vitalitas, bukan hanya fisik, tapi juga batin. Imam Al-Ghazali dalam *Ihya' Ulumuddin* mengingatkan bahwa “badan adalah tunggangan bagi hati, dan hati adalah tunggangan bagi ruh. Keduanya harus dijaga agar bisa menjalankan fungsi utamanya.” Jika tunggangan fisik kita lemah karena asupan yang tak menyehatkan, bagaimana mungkin hati dan ruh bisa berlayar menuju kebaikan dan ketenangan sejati?

Tubuh ini adalah amanah dari Allah SWT. Menjaga kesehatan fisik, termasuk dengan memilih asupan yang baik dan menghindari makanan instan berlebihan, adalah bentuk syukur dan ketaatan kita kepada Sang Pencipta. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

(QS. Al-Baqarah: 168) yang artinya, 'Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.' Ayat ini bukan hanya bicara halal-haram, tapi juga 'thayyib' (baik), yang mencakup aspek nutrisi, kebersihan, dan dampaknya pada tubuh serta jiwa kita. Makanan yang baik akan menghasilkan tubuh yang sehat, dan tubuh yang sehat mendukung hati yang tenang.

Rasulullah SAW sendiri memberi teladan tentang kesederhanaan dan keseimbangan dalam makan. Beliau bersabda:

Baca Juga

Jempol yang Menekan Kirim: Adab yang Hilang di Balik Layar

مَا مَلَأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

(HR. Tirmidzi). Artinya, 'Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus (lebih dari itu), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.' Hadits ini mengajarkan prinsip moderasi yang tak hanya mencegah penyakit fisik, tapi juga menjaga kejernihan hati dari kekenyangan yang melenakan, yang seringkali menjadi pemicu kemalasan dalam beribadah.

Ketika tubuh dirawat dengan baik, hati akan lebih lapang untuk berzikir, bersholawat, dan tadarus Al-Qur'an. Sebaliknya, makanan yang buruk atau berlebihan seringkali menimbulkan rasa berat, kantuk, dan malas, yang pada akhirnya menghambat kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Istiqomah dalam ibadah membutuhkan fisik yang prima, dan ini dimulai dari apa yang kita masukkan ke dalam diri. Menjaga kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari pembinaan hati (mahabbah) dan perjalanan kita sebagai generasi perindu Rasulullah SAW.

Maka, langkah kecil untuk mengurangi ketergantungan pada makanan instan adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan spiritual. Ini bukan tentang diet ketat yang menyiksa, melainkan tentang kesadaran dan pilihan bijak. Setiap suapan yang kita pilih dengan niat menjaga amanah tubuh, adalah bagian dari perjalanan mahabbah kepada Rasulullah SAW yang mengajarkan kebaikan dalam segala aspek hidup. Mari kita jadikan tubuh ini kendaraan yang kuat menuju kebaikan, bukan beban yang melenakan.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Kenapa Kita Selalu Menunda Bahagia Sampai Syarat Terpenuhi?

12 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Jempol yang Menekan Kirim: Adab yang Hilang di Balik Layar

12 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Sulaiman Punya Segalanya — Tapi Ia Menangis karena Sebutir Nikmat

12 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.